Laki-laki itu Obdachlos…
Sonntag, 27. November 2005Kemarin sore aku belanja di LIDL, setelah sebelumnya jemput Ferry di bahnhof. Aku buru-buru belanjanya karna Ferry dah ngomel-ngomel, malamnya dia mo langsung ke Wiesbaden ketemu teman ceweknya. Aku cuma geleng-geleng kepala, ngga habis pikir!! *tet tot*
Pas lagi ngantri di kasse, ada dua orang laki-laki tua di depanku, satu berjacke krem hanya membeli brot, dan satu lagi berjacke merah membeli satu bungkus rokok dan minuman o’saft. Aku tidak begitu memperhatikan laki-laki berjacke krem. Mereka berbicara bahasa asing (bukan Deutsch). Setelah laki-laki berjacke krem itu membayar brot nya, kemudian pergi keluar meninggalkan temannya itu. Kini tibalah giliran laki-laki berjacke merah itu. Karna posisiku yang berdekatan dengan dia, aku mencium bau tidak sedap dari laki-laki berjacke merah itu, kemudian aku sediki mundur menjauh. Begitu aku dengar kasir bilang ‘2,50euro’ kemudian laki-laki itu menyerahkan segenggam recehan yang nilai max. dari uang receh itu sebesar 5cent, kemudian kasir bilang kepadanya untuk lain kali agar dia menukarkan uangnya terlebih dahulu ke bank. Melihat itu aku kaget sekali. Aku baru berpikir bahwa kedua laki-laki itu ternyata obdachlos (tuna wisma/gelandangan).
Setelah dihitung ternyata uangnya kurang 50cent, kemudian orang itu memberikan sisa recehnya lagi, kasir bilang masih kurang lagi. Ferry bermaksud memberi uang 50cent nya, tapi laki-laki itu sudah mengeluarkan recehnya lagi kemudian kasir menghitung lagi, eh..masih kurang 20cent lagi. Kemudian aku mengeluarkan recehku, bermaksud membayarkan kekurangannya, tapi laki-laki itu sudah mengeluarkan sisa recehnya lagi yang entah dibagian saku mana dia menyimpannya. Sekarang lengkap sudah uang 2,50euro itu diterima kasir. Kemudian laki-laki itu pergi.
Aku kalah cepat? aku ingin membantunya…sangat ingin. Kenapa aku terlambat sekali mengetahuinya. Kasihan sekali mereka…


