Aku, BPW (Bharega Purna Wisesa) angkatan’99 (note: angkatan tahun lulus). Melihat foto² adik² PMR – Bharega (Bhakti Remaja Ganesha) SMU 1 Purbalingga, rasa haru biru muncul, pikiranku membawa kembali ke lorong kenangan, sekitar 12 tahun(?) yang lalu, di pantai Logending, Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, ketika kami resmi dilantik menjadi anggota Bharega. Rasa lega, bahagia, dan bangga bercampur jadi satu.

Ingat kembali teman² Bharega, ingat kembali teman² SMA. “Kangen!” Hanya kata itu yang mampu aku ucapkan setelah beberapa kali menarik nafas dalam. Teman…, Suka…, Duka,…

Sejenak lamunanku terhenti di depan satu lubang, yang dulu pernah tertutup kini kembali terbuka. Lubang kekecewaan yang mendalam. Pengkhianatan seorang teman.

Ketika itu, aku tak berseragam Bharega, bukan berarti aku bukan anggota Bharega. Semua ini karna dia. Susah payah kukumpulkan uang saku hanya untuk mendapatkan seragam itu, kuserahkan dengan penuh kepercayaan padanya, tapi tak disangka, dia sungguh mengecewakanku, dan (mungkin) beberapa teman lain yang senasib. “Ich hasse sie!” teriakku.

Kututup mata ini, kubuang rasa itu jauh². Kututup kembali lubang itu, masih terasa perih. Kutarik nafas dalam².
Kembali kubuka mata ini, kulihat satu persatu wajah² adik²ku dalam foto² itu. Rasa bahagia kembali mengisi relung² jiwa ini, senyum kembali menghiasi bibir ini.

Danke, buat kakak² pemandu atas ilmu yang kalian berikan, sangat mulia dan berharga. Danke, untuk teman² atas kebersamaan saat itu. Danke, auch für sie! Yang udah menorehkan satu pembelajaran untuk aku pribadi, dia dan teman serta generasi penerus, semoga tidak akan terulang lagi.

Seamo!

Note: Bharega, ich bin stolz auf Dich!