Menjelang akhir tahun 2017 lalu, kami mendapat surat dari Finanzamt (Kantor Pajak) yang isinya supaya kita segera melakukan laporan pajak (Income Tax Return) untuk tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016. Lemessss!!

Ya udah deh, kita langsung ngebut, cari konsultan pajak. Sibuk nyiapin berkas²nya yang kayaknya banyak yang ngga komplit :( Pokoknya bikin pusing kepala :((

Singkat cerita, untuk membayar konsultan pajak nya sendiri kita habis hampir 1000€. Ngga main², gajiku akhir tahun ludes. Juga masih ketar ketir menanti kabar dari Kantor Pajak. Menurut perhitungan, kita harus membayar tambahan pajak selama 4 tahun tersebut, karena kebetulan kelas pajak aku 5 dan suami kelas pajak 3 (yang bekerja di Jerman pasti tau kelas² pajak disini). Dari konsultan pajaknya memberi masukan agar kita ganti kelas pajaknya jadi 4/4 (kelas pajak aku dan suami sama² kelas pajak 4), dan dimulai tahun 2018. Ini atas pertimbangan pendapatan aku dan suami yang ‘njomplang’. Nanti, kita mau lihat nasib kita dikelas pajak 4/4 ini, lebih efektif yang mana dengan kelas pajak 3/5.

Hmm,…sejak itu, aku jadi rajin buka kotak post, sapa tau ada surat dari kantor pajak. Sangat dinanti², padahal sudah tau pasti itu isinya tagihan pajak yang harus dibayarkan. Sampai surat itupun tiba, yang dibagi menjadi 2 tahapan, dan ditotal tagihan kisaran 3000€ lebih. Waktu dapet surat yang terakhir itu, aku langsung membongkar celenganku, karena memang saking bingungnya. Duit dibank juga dikuras kering.

Pokoknya habis²an kita diawal tahun ini. Tapi,… Alhamdulillah ya Rabb!! kita bisa membayarnya tanpa harus meminjam uang!! Dari awal memang sudah kita niatkan insyaAllah untuk tidak sampai meminjam uang. Dan, alhamdulillah… Allah, Rabb ku yang maha pemurah, menolong kami, mempermudah jalan kami hingga bisa melewati badai keuangan.

*sujud syukur*