Terdengar bel rumah berbunyi, sampai 2 kali. Aku yang saat itu berada dialam mimpi langsung bangun, terhuyung dan membukakan pintu. Ternyata Aira. Dia bilang, mas Adam nya masih sakit perut. Aku berjalan menuju kamar mandi, cuci muka. Entah, mataku tak bisa kubuka. Setiap usaha membuka mataku, semua terasa berputar hebat disekitarku.

Aku datang dengan sekuat tenaga menahan pusing dan mual dadakan ini. Menanyakan kabar putraku. Iya, perutnya masih kram, dari kemarin. Entah karena apa, mungkin masuk angin, atau mungkin dari makan siangnya?

Ke dapur, masak air, kubuatkan segelas coklat hangat untuknya, dan secangkir kopi untukku. Sayang, begitu aku minum seteguk, rasa mual makin menjadi². Kucari² obat anti mual dan pusing dikotak obat, ketemu. Kuminum satu, plus paracetamol nya, karena mendadak demam ikut menyerang.

Kali ini Aira berangkat sekolah sendirian. Berikutnya suami berangkat ke kantornya. Tinggal aku dan Adam. Tiduran disofa, menikmati rasa yang tidak enak sekali.

Aku tertidur, setiap kali bangun berusaha membuka mata, masih tidak sanggup, rasa pusing dan mual datang. Kututup mata lagi, tertidur kembali. Hampir setiap satu jam itu aku berusaha bangun tapi sungguh tak berdaya. Sampai jam dinding menunjukkan pukul 12 siang. Aku pelan² bisa bangun, meski masih sempoyongan jalan ke kamar mandi trus ke dapur, memasak untuk makan siang putraku.

Aku mengupas pepaya untuk makan siangku. Berusaha menghabiskan secangkir kopi yang telah dingin. Setelah itu aku mandi. Berasa lelah sekali. Padahal sore aku masih harus kerja, pake lembur!!

Alhamdulillah, ke sore nya mulai membaik. Bisa kembali beraktifitas. Bisa kerja lagi, bisa ‘haha hihi’ lagi :D