Melelahkan

Posted by linae on 23. March 2010 in Adam, Aira
No Comments

Pagi nganter anak² ke Kiga. Pagi itu agak dingin, meski siangnya nanti itu menghangat, anak² cuma aku pakein jaket tipis. Aira merasa kedinginan dan minta gendong. Jadi perjalanan dari depan rumah ke Kiga, Aira digendong. Lumayan sih dengan berat Aira yang sekarang ini. Abis tu aku langsung naik bus ke kota, mo ke asia shop, dan pulang sampe rumah kira² jam 11 an, masih ada waktu satu jam untuk istirahat, karna jam 12 harus jemput anak² di Kiga.

Mendekati jam 12, aku jemput anak². Ditengah perjalanan Aira tiba² berhenti memperhatikan sesuatu dibawah kakinya. Aku dan Adam lanjut jalannya, sambil sesekali berteriak ke Aira “Ayo jalan lagi Aira!”. Tapi Aira tak kunjung bergerak. Sebenernya mo aku dekati, tapi aku biarkan saja dia dengan keadaan seperti itu, lagi konsentrasi memperhatikan entah apa. Tiba² Aira berteriak ketakutan sambil berlari ke arah kami, “Mamaaaaa!! Hilfeeeee!!”. Aku langsung bertanya “Ada apa, sayang?”. Lalu Aira menjawab “Amaisen!”. “Aira ngga perlu takut, kan Aira lebih gede dari Amaisen itu!” pintaku. Lalu kami pun kembali berjalan beriringan.

Aira berjalan dengan tidak tenang. Matanya melihat kebawah, kesana kesini. Dan, tiba² berteriak sambil memelukku. “Amaisen!” katanya. Kulihat dibawah ada beberapa kumbang kecil² yang berjalan dimana². Lah, ternyata Aira takut sama kumbang. Aku suruh dia pegang tapi ngga mau, takut, malah akhirnya minta gendong, sama sekali ngga mau jalan :(

Begitu sampe rumah, tangan, pundak sampe kaki si Emak pegel² ;)) Setelah makan siang, Aira tidur, dan aku harus kembali mengantar Adam ke Kiga untuk Sprachföderung sampai jam 3, tapi biasanya aku jemput jam 4 an. Mendekati jam 4, aku ditelpon sama Frau Elkes, bliau memberitahukan bahwa bibirnya Adam terluka dan berdarah karna tabrakan dengan temennya. Wooohh, si Emak jadi kelimpungan. Aira blum bangun pula. Akhirnya dengan terpaksa aku bangunin Aira, langsung aku ganti baju, langsung ke Kiga, jalan setengah berlari sambil menggendong Aira. Hmm, repot juga ya anak dua :)) Ngga tega ninggalin Aira lagi tidur, dan kemungkinan sebentar lagi bakal bangun. Kalo sampe aku ninggalin dia trus terjadi apa² dengan Aira malah tambah repot deh si Emak. Pfuihh, mending aku bawa sekalian ke Kiga.

Sampe Kiga nih, udah beberapa kali nge klingt tapi ga dibuka²in pintu garten nya. Jangan² bel nya rusak lagi :( Aku sempet liat dari kejauhan anak² pada main di garten belakang. Alhamdulillah sih Adam yang saat itu bersama Frau Klein langsung melihat keberadaan kami dan langsung membukakan pintunya. Bibirnya Adam jontor deh, lukanya masih segar, tapi darahnya sudah berhenti mengalir, tinggal bekas darah yang menempel ditangannya dan dilengan pakaiannya. Aku langsung bawa Adam pulang, sambil gendong Aira, ngos²an banget, karna jalan yang naik, seperti mendaki gunung dengan tas ranselnya :))

Wah, hari ini bener² hari yang melelahkan. Cape banget rasanya, badan pegel², ditambah lagi kok tulang dadaku sakit lagi ya? *seufz*

Protected: Menunggu Papa

Posted by linae on 20. November 2009 in Adam, Ich&Ich
Enter your password to view comments.

There is no excerpt because this is a protected post.

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 ...43 44 45 Next

Copyright © 2004-2010 The Family Notes All rights reserved.
Shades v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.