You are currently browsing the archives for the Aira category.

Zufälliges Zitat

Das Schneeglöckchen. Ich wünsche dir die Lebenskraft dieser Blume, die sich von Kälte,
Eis und Schnee nicht unterkriegen läßt und zu ihrer Zeit blüht.
Jedes Werden in der Natur, im Menschen, in der Liebe, muß abwarten,
geduldig sein, bis seine Zeit zum Blühen kommt.
— Poetry

Asides

Archive for the 'Aira' Category

Aira ke Fielmann

Author: linae
14. November 2009

Hari Sabtu kita ajak Aira ke Fielmann. Sebelumnya liat² kacamata di beberapa Optik, tapi kita jatuhkan pilihan ke Fielmann saja. Wah, rame sekali didalamnya. Kita langsung ke Kinder-Brille. O’ya, disini ada yang Nulltarif, jadi frame nya ga bayar gitu. Aira seneng aja nyoba² kacamata sambil ngaca ;)) Aku pikir frame kacamata untuk anak itu ngga perlu terlalu mahal, karna dia bakal tambah gede.

Setelah memilih salah satu frame nya, kita masih ngantri tempat, huhuhu…lama banget. Tapi alhamdulillah ada yang udah selesai, kita langsung nempati kursinya. Aira diperiksa lagi, diukur²…ntah deh perhitungannya gimana ;)) Truz, dihitung² biayanya, total semuanya 52,50€. Jadinya sekitar seminggu lagi, tapi sebelumnya mereka bakal mengabarkannya, ntah per telp ato surat :)

Aira ke Augenarzt

Author: linae
10. November 2009

Hari ini Aira ada termin di Augenarzt untuk Vorsorge Untersuchung. Setelah mengantar Adam ke Ultah nya Jonathan, aku langsung antar Aira ke Augenarzt – Dr. Weiner di Bad Kreuznach. Harusnya Adam ikut, tapi dia lebih memilih ke Ultah nya Jonathan, jadi aku buatkan termin baru untuk Adam. Hujan gerimis masih saja mengguyur kota ini. Tempat parkiran di Eckenroth juga becek banget, hiks.

Setelah melakukan Anmeldung, dan Aira pun harus menunggu sambil mainan. Lumayan lama nunggunya. Giliran Aira masuk. Sempet ngobrol² sebentar. Aku sempet ditanya, alasan Aira dibawa ke dokter mata itu apa? Aku jawab untuk Vorsorge Untersuchung karena kami (aku dan suami) sama² menggunakan kacamata. Kemudian Aira ditest beberapa kali pada mata kanan kirinya. Menunjukkan gambar² dan menyebutkannya nama gambar tersebut. Tapi ketika giliran menggunakan gambar dengan projector, Aira hanya bisa menyebutkan gambar² yang besar saja, selebihnya ngga bisa. Entah karna ngga ada selera atau memang tidak tahu(?)

Pemeriksaan kedua akan dilakukan dengan computer. Aira pun harus menunggu lagi, sesekali Arzthelferin nya datang untuk memberikan Aira tetes mata. Giliran pemeriksaan dengan computer. Aira duduk dipangkuanku, kakinya ditekuk kebelakang, sementara kepala, bagian mukanya ditempelkan ke alat periksa mata yang dihubungkan dengan computer. Mata Aira pun diperiksa. Aku sedikit was² juga ragu, karna pada pemeriksaan pertama aku sempat ditanya, apakah aku yakin mata Aira tidak ada masalah? Aku jawab iya, aku yakin, dalam hati insyaAllah :) Dan, hasilnya… Aira harus memakai kacamata, dikarenakan selaput mata Aira agak tebel.

Hmm, diantara bingung dan sedih. Apakah Aira mau memakai kacamata? Seberapa lama kah? Ough… Dr. Weiner bilang sih, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Januari tahun depan bakal dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aira sayang,…yang sabar ya…

Hujan gerimis masih mengguyur kota ini. Diluar sudah gelap, hampir 3 jam kami berada di dokter mata. Huff…untungnya Adam pulangnya diantar sama ibunya Jonathan, jadi aku ngga perlu jemput dia ;)