Ich&Ich

321 articles in category Ich&Ich / Subscribe

Terdengar bel rumah berbunyi, sampai 2 kali. Aku yang saat itu berada dialam mimpi langsung bangun, terhuyung dan membukakan pintu. Ternyata Aira. Dia bilang, mas Adam nya masih sakit perut. Aku berjalan menuju kamar mandi, cuci muka. Entah, mataku tak bisa kubuka. Setiap usaha membuka mataku, semua terasa berputar hebat disekitarku.

Read more →

„Hari ini aku mau ke Florist, nanti kamu tolong bantu aku ya“ kata TJ sambil menenteng keranjang besar dan satu lagi keranjang kecil yang kosong, kemudian pamit padaku yang saat itu sedang berada di ruang tengah. Dan aku hanya mengangguk.

Satu jam kemudian,… ku dengar suara mobil berhenti didepan rumah, kulihat TJ turun dari mobil dan membuka pintu bagasi nya. Aku pun menyusul. Kuangkat keranjang besar yang berisi tanaman berbunga yang terangkai indah itu. Aku letakkan tepat dipinggir pintu masuk rumahnya. Tak lupa boneka kelinci aku dudukkan disampingnya.

Read more →

Dari hasil test alergi, ternyata aku alergi sama Roggen (rye), disamping macam² alergi yang lain. Dari Hausarzt mentransfer aku untuk ke dokter spesialis paru², tapi sampe sekarang belum aku lakukan, karena aku pikir aku sudah tau kenapa mengapa nya aku berasa sesak didada. Dari hasil membaca beberapa artikel ternyata pisang juga bisa menyebabkan sakit sesak didada (bagi yang alergi) hanya saja reaksinya ngga langsung, tapi beberapa jam setelah memakannya. Mungkin itu juga yang menyebabkan aku waktu itu tambah sesak didada atau bisa disebut Atemnot dalam bahasa Jermannya. Okay, jadi aku harus sebisa mungkin menghindari makanan terutama jenis roti²an yang mengandung roggen, juga mencoba tidak memakan pisang.

……

Ealah… entah kenapa aku ingin banget makan pisang! Pokoknya nafsu banget pengen makan buah satu ini! (mulai tergoda, dan mulai diuji). Dibelilah pisang 3 biji. Pagi itu aku sarapan pisang, juga tak lupa ngopi, dan sore nya aku juga makan pisang satu lagi. Nah, dari sore ke malam aku mulai berasa ngga enak didada, mulai berasa sesak didada, sakit, bahkan serasa keseluruh badan. Pulang kerja cerita ke suami, tapi dicuekin. Bertahan…bertahan…! Tidur, sampai beberapa kali terbangun karena dada yang sakit nya datang dan pergi. Ini yang parah²nya berlangsung sampai 4 hari. Mau ke dokter… tapi…hmmm… !§/&(/%%&%$%&$&… (baca: males)

Waktu nelpon Mama ku di Indo, sempet cerita ke Mama ku soal sakit didada ini. Mama ku menyarankan untuk berhenti minum kopi, hehehe… Beliau sempet nanya juga apa ada yang mengganjal dipikiranku? Hahaha… banyak atuh! Tapi yang terakhir ini memang sangat mengganjal banget, dan susah buat aku maafin karena menyangkut Aqidah! You know lah…
Ya udah, nyoba untuk mengikhlaskan semuanya ditangan Allah aja dan semoga dia diberi hidayah, amin.

Sakit didada ini sampai sekarang masih, kadang² datang begitu saja, dan kadang juga nafas ku tiba² terasa terhenti menyusul rasa sakit didada. Tarik nafas terdalam sambil berucap… Astaghfirullohal’adzim… I seek forgiveness from Allah the Almighty, gitu aja dah pokoknya!

Sekarang sudah mencoba berhenti minum kopi, mencoba tidur sebelum jam 10 malem, oh ya… sekarang ngga bisa makan banyak, makan dikit aja sudah berasa kenyang banget :D

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. (Asy-Syura’: 80-82).