Hydro-Gel

Posted by linae on 28. July 2010 in Einfach so
No Comments

Sebelum pindah ke DE, aku sempet bertemu dengan teman SMA yang kebetulan juga rumahnya di kampung sebrang, ga jauh dari rumahku. Waktu itu dia blum slese dibangku kuliah, dia mengambil jurusan pertanian. Ngobrol ngalor ngidul, sampe akhirnya aku dikasih 3 bungkus Hydro-Gel. Apa ini? Setelah dijelaskan panjang lebar, akhirnya aku mau mencoba ber-experiment dengan Hydro-Gel ini. Hydro-Gel ini adalah media tanam pengganti tanah, setelah melalui proses, dia bisa bertahan sekitar 2 bulan tanpa disiram air . Cocok untuk Zimmerpflanzen, untuk hiasan juga karna warnanya bermacam² dan seperti crystal tapi kalo aku sendiri bilang sih kayak agar² ;)), slaen itu ga usah khawatir kalo misalnya ditinggal Urlaub (liburan), ga perlu nyiram² ;)) Kalian bisa cari informasi lebih lengkapnya di internet.
Hydro Gel Hydro Gel
Sewaktu pindah ke sini, aku nyoba satu bungkus lagi. Waktu itu aku tanami tumbuhan seperti cocor bebek. Sayangnya ngga bertahan lama. Kenapa? kok bisa? Tjah, waktu itu…atas kecerobohanku, tanamannya aku taruh diluar, trus kena badai es, tewaslah itu tanaman. Sebenernya mungkin bisa saja aku selamatkan Hydro-Gelnya dengan pencucian dan pemberian pupuk ulang, tapi sudah malas. Pas mo nyoba satu bungkus yang terakhir, ternyata sudah tidak ditemukan lagi, ntah dimana aku naruh, sudah kucari kesana kemari tapi ngga juga ketemu, akhirnya terlupakan sudah.
Hydro Gel
Kurang lebih tujuh tahun. Tiba² Mama menemukan trus memberikan satu bungkus Hydro-Gel warna kuning milikku yang terlupakan. Huaaa, sudah lama sekali. Akhirnya aku coba deh. Kebetulan sekali aku lagi ada mood ngurusin Zimmerpflanzen. Sudah ada beberapa yang bertengger dipinggir jendela ;)) Ya udah, aku proses Hydro-Gel nya (Sekitar 8 jam ngrendem di air nya), trus aku tanami Efeu :x I love it!

Btw, disini juga ada yang jual, kalo lihat di internet harga per bungkusnya sekitar 3 euro, di Baumarkt (Garten) sepertinya malah lebih murah.

Tags: , , , , ,

Aku, Bharega dan BPW

Posted by linae on 19. July 2010 in Ich&Ich
3 Comments

Aku, BPW (Bharega Purna Wisesa) angkatan’99 (note: angkatan tahun lulus). Melihat foto² adik² PMR – Bharega (Bhakti Remaja Ganesha) SMU 1 Purbalingga, rasa haru biru muncul, pikiranku membawa kembali ke lorong kenangan, sekitar 12 tahun(?) yang lalu, di pantai Logending, Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, ketika kami resmi dilantik menjadi anggota Bharega. Rasa lega, bahagia, dan bangga bercampur jadi satu.

Ingat kembali teman² Bharega, ingat kembali teman² SMA. “Kangen!” Hanya kata itu yang mampu aku ucapkan setelah beberapa kali menarik nafas dalam. Teman…, Suka…, Duka,…

Sejenak lamunanku terhenti di depan satu lubang, yang dulu pernah tertutup kini kembali terbuka. Lubang kekecewaan yang mendalam. Pengkhianatan seorang teman.

Ketika itu, aku tak berseragam Bharega, bukan berarti aku bukan anggota Bharega. Semua ini karna dia. Susah payah kukumpulkan uang saku hanya untuk mendapatkan seragam itu, kuserahkan dengan penuh kepercayaan padanya, tapi tak disangka, dia sungguh mengecewakanku, dan (mungkin) beberapa teman lain yang senasib. “Ich hasse sie!” teriakku.

Kututup mata ini, kubuang rasa itu jauh². Kututup kembali lubang itu, masih terasa perih. Kutarik nafas dalam².
Kembali kubuka mata ini, kulihat satu persatu wajah² adik²ku dalam foto² itu. Rasa bahagia kembali mengisi relung² jiwa ini, senyum kembali menghiasi bibir ini.

Danke, buat kakak² pemandu atas ilmu yang kalian berikan, sangat mulia dan berharga. Danke, untuk teman² atas kebersamaan saat itu. Danke, auch für sie! Yang udah menorehkan satu pembelajaran untuk aku pribadi, dia dan teman serta generasi penerus, semoga tidak akan terulang lagi.

Seamo!

Note: Bharega, ich bin stolz auf Dich!

Tags: , , , , , , , ,

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 ...359 360 361 Next

Copyright © 2004-2010 The Family Notes All rights reserved.
Shades v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.