"Ya Allah, Herr der Menschen, Vertilger aller Schmerzen..!! Heile denn Du bist Der, Der wirklich heilt..!! Es ist keiner da, der heilt außer Dir..!! Denn da kann nichts vom Leid bleiben..!!" Allahuma Amiin ya rabb..!!

Lagi baca majalah National Geographic edisi Juli 2011 (dapet gratisan dari bibliothek), di bagian artikel yang berjudul “Zu jung zum Heiraten – Die einsame Welt der Kinderbräute” (Too young to marry – The lonely world of child brides). Pernikahan anak perempuan usia 10 tahun dengan laki² usia 50 tahun?! anak perempuan usia 6 tahun dengan laki² usia 25 tahun?! Bahkan di India, anak usia 5 tahun dinikahkan dengan anak usia 10 tahun?! *geleng² kepala*

Beberapa teman juga saudaraku, ada juga yang menikah muda, dan ada yang berakhir pada perceraian. Merinding. Tentang pernikahan dini ini, timbul berbagai macam pertanyaan dalam benakku, sampai saat ini… Bagaimana bisa? Bagaimana rumah tangganya nanti? Bagaimana kalo anak perempuan itu hamil? trus punya anak? ngurusnya? Apa sudah siap? dst…dst… Kembali lagi aku berpikir, bagaimana sebuah pernikahan seperti ini bisa dilaksanakan? Kalo dari pemerintahan sudah membuat aturan tentang ketentuan min. usia pasangan tapi masih dilanggar? Mereka melakukan pernikahan secara tersembunyi/rahasia. Bahkan penduduk satu desa itu menutupi, it’s secret! *geleng² kepala lagi*

Sigh!

Tentang pernikahan, aku jadi ingat tetanggaku. Seorang Ibu dengan anak perempuan (orang Brazil), dan seorang Bapak dengan anak laki² (orang Jerman). Ibu tersebut menikah dengan anak laki²nya, sementara anak perempuannya menikah dengan Bapak laki² tersebut. Jujur, bagiku ini aneh. Kok bisa yah melakukan pernikahan silang seperti ini? Aku sudah menanyakan ke teman untuk memperkuat opiniku (sedikit beda pendapat dengan suami, dan juga masih ragu), secara syariat agama Islam, itu tidak diperbolehkan.

Lagi, terus bagaimana dengan Ibunda Aisha ra.? Yang diceritakan menikah muda (usia 7 ato 9 tahun?) dengan Rasulallah? Aku sempat bertanya keteman, tapi belum terjawab. Untuk membunuh rasa penasaranku, googling lah diriku, sampai menemukan artikel ini. Baca dengan seksama!! Sangat bagus sekali artikelnya. Alhamdulillah, setelah membacanya pikiranku terbuka. Ternyata selama ini, banyak yang memahami periwayatan yang salah. Dan mungkin juga penyalahgunaan dari periwayatan yang salah ini dalam ‘praktek pernikahan’ yang pernah aku baca dan liat di media.

#coffeebreak

– ganti bacaan –

panem

Hari ini, sesuai rencana aku dan suami nonton film Die Tribut von Panem – Catching Fire. Sebenarnya kita sudah pesan tempat untuk 4 orang, tapi Frank dan istrinya tidak memberi balasan bisa atau tidaknya, jadi cuma kita berdua nontonnya, yeaa…kencan :x Setelah mengambil tiket masuknya, kita ke toko Müller terlebih dahulu, karena masih ada waktu sekitar 1 jam sampai filmnya main. Kebetulan juga di kota lagi ada Nikolaus Shopping, jadi toko² buka sampai jam 24:00, biasa jam 6 sore saja sudah tutup. Dari toko Müller balik ke bioskop, trus ngantri beli Popcorn dan minuman. Kalo aku selalu membawa air mineral dari rumah ;)) Filmnya bagus loh, meski bukan 3D. In shaa Allah tahun depan untuk kelanjutan film dari buku ke tiganya ;)) Lama yah? :D