Posts Tagged ‘unglück’

Tragedie Feldbahn-Museum Guldental

Posted by Lina Rukma on Juni 3rd, 2008 under Familie, Reise Tags: , , ,  •  13 Comments

Berawal dari rencana kita ke Tiergarten (kebun binatang) di Worms tanggal 1. Juni 2008, Kindertag (hari anak). Berangkat dari rumah sekitar jam setengah sepuluh pagi, kita pagi shuttlebus nya Papa kesana. Nyampe disana udah lumayan rame loh. Kita masuknya gratis, karena menggunakan kartu anggota dari krankenkasse (asuransi kesehatan) AOK, lumayan ;)) Disana udah banyak didirikan beberapa stand yang menyelenggarakan berbagai macam pernak pernik acara untuk anak, ada wallclimbing, ada sepak bola, ada macem² deh pokoknya :D Ada juga yang menjual berbagai macam makanan dan minuman (non-alc).




Tiergarten ini juga mengadakan berbagai macam angebot, diantaranya ada untuk Kindergeburtstage, dan Tiergartenschule untuk Kindergärten, Vorschule und alle weiter führenden Schulen. Ada Eisenbahn (kereta api) untuk anak² nya juga loh, bisa juga sewa Bollerwagen (kereta yang ditarik sendiri ato apa ya namanya?) untuk tempat bekal biar kita ga nenteng², ato bisa juga anaknya masuk sekalian ;))



Adam awal masuk udah ribut pengen naik keretanya. Kita beliin 2 tiket, sekalian beli makanan untuk binatang²nya. Selesai naik kereta Adam sibuk kasi makan kambing. Lucunya tuh, aku kasi Aira makanan untuk kambingnya, trus aku suruh dia kasih makan ke kambingnya eh malah mo dimakan sendiri, aku paksa ulurin tangan ke kambingnya, eh dia jadi ribut gitu :))





Kita jalan lagi, kita ditawarin beli kek lotterie gitu deh harganya 1 euro, dapetnya pasti tapi ngga tau dapet apaan. waktu aku tukerin tu dapet buku gambar dan voucher :P Muter², ngga begitu banyak sih jenis binatangnya, tapi lumayan kok, yang jelas si aku suka tempatnya, bagus sekali, apalagi taman bermain anaknya tu luas, dan padang rumputnya juga luas, asik lah kalo menurutku.

Kesiangnya, aduh…anak² sepertinya udah pada ribut. Adam susah diajak makan, mo nya lari kesana kemari, minumnya juga ngga begitu banyak, aku takut dehidrasi aja sih. Aira tidur. Akhirnya kita putuskan untuk pulang. Mama ngajak kita ke Eisenbahn Museum di Guldental. Kita ya oke² aja deh, mengingat Adam tu suka banget ama yang namanya Eisenbahn (kereta api).

Mobil langsung meluncur kesana. Aku sempat tertidur dimobil, jarang² loh aku sampe tertidur gitu. Nyampe sana trus kita turun, jalan ke arah Museum kereta apinya, disitu sudah ada standby kereta yang bakal mengajak kita jalan² melihat keindahan alam Guldental. Setelah membeli 4 tiket untuk orang dewasa, kita duduk di wagon yang langsung menyambung dengan lokomotiv nya, saat itu posisi wagon kita paling belakang.






Ngga lama setelah kita semua duduk, kereta pun jalan, melewati pemandangan alam yang indah. Sampai pada perkebunan anggur, lokomotiv pun ganti, disambung ke wagon kita, jadi posisi wagon kita sekarang paling depan. Jalan, turun menuju ke bawah perbukitan yang segar, dibawah nya ada sebuah Campingplatz (satu pemilik dengan Eisenbahn Museum). Pembangunan jalan keretanya belum selesai, jadi kita kembali ke atas lagi, dengan posisi wagon kita ada di paling belakang. Kembali standby di Perkebunan anggur, menunggu sambungan lokomotiv yang akan langsung menyambung ke wagon kami.

Tiba², ada sebuah lokomotiv dari arah lain (arah yang nantinya bakal kita tuju) dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah kami. Tadinya aku sempat berpikir, apa itu lokomitive yang akan menyambung kereta kami? Tapi semakin dekat pikiranku berubah, begitu melihat kecepatan jalannya yang cukup tinggi itu dan ngga ada lokführer nya pula. Sudah ngga tau lagi harus bagaimana, cuma bisa pasrah. Mo lompat ngga bisa karena terhalang rantai yang memagari kami semua. Dalam satu wagon itu; Papa dan Adam yang duduk paling ujung, trus Mama, aku, trus paling belakang mas Anno dan Aira, sebelah ada 2 orang lagi, tapi mereka sepertinya berhasil melompat.

Kami semua terlempar. Posisinya jadi seperti ini yang aku lihat begitu aku sadar; Papa yang tadinya paling ujung, tergeletak dipaling belakang, aku disamping mas Anno, dan Mama di depan kami. Gila!

Begitu jatuh terlempar, aku langsung bangun, ngecek sana sini, terutama Adam dan Aira. Aira didekep mas Anno, trus aku ambil, aku sempet melihat Adam sudah digendong orang lain, aku tau dia menangis. Mas Anno, dari kepala mengucur darah segar. Aduh, aku hampir nangis waktu aku tanyain dia jawab ngga apa², tapi aku melihat darah keluar dari kepala gitu. Ditabah²in, dikuat²in!! Sambil menggendong Aira, aku langsung menuju ke Mama, mengajak Mama untuk tetep sadar, trus ke Papa, trus dibantu sama orang lain untuk menjaga Papa agar tetep sadar, aku langsung menengok Adam yang sudah bercucuran air mata, Aira pun ikut menangis.

Orang² banyak yang menolong kami, membantu menjaga Papa Mama untuk tetap sadar, sampai datang Freiwilligen Feuerwehr dan team Medis Ambulance. Aku masih mondar mandir, menanyakan kabar, Mama, Papa, mas Anno dan Adam. Alhamdulillah sekali anak²ku tidak ada yang luka, cuma sedikit lecet² dan luka memar.

Aku sendiri cuma liat luka disiku tanganku, ngga apa² lah. Setelah agak lega melihat Papa, Mama dan mas Anno di urus team medis, aku merasa mataku ada yang aneh, perutku mual pengen muntah, dan kepalaku mendadak pusing, aku mencoba duduk disamping mas Anno. Rupanya ada yang melihat kondisiku, kemudian aku langsung diposisikan tidur dengan posisi kaki dikeataskan, di cek sana sini, dipasang infus, de el el… tau deh… Udah ngga bisa berpikir banyak lagi.

Kami sekeluarga dibawa ke RS Diakonie dengan mobil ambulance, sementara Papa dibawa dengan helikopter ke RS di Koblenz, dan Mama juga dibawa dengan helikopter menuju RS di Ludwighafen.

Banyak juga yang luka², dan semua dilarikan ke RS Diakonie. Kita selesai pemeriksaan (rontgen dsb nya) yang alhamdulillah sekali tidak ada luka serius, kebanyakan luka memar disekujur tubuh, selesai sekitar jam 21:30. Pulang ke rumah dijemput Ferry.

Sampai rumah mas Anno langsung menelpon nummer yang dikasi sama pihak RS Diakonie untuk mencari tahu kabar Papa dan Mama. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan sedikit info nya.

Seiring adrenalinku turun, makin terasa sakit yang aku rasa ini, terutama di bagian dada, pundak sampe leher ke punggung dan kepala. Untuk bernafas agak sakit, apalagi bersin ato tertawa? :P Mungkin dadaku sakit ini karena berbenturan dengan kamera yang aku kalungkan dileherku. Kamera Olympusku babak belur :( Ngga apa² lah, insyaAllah kalo ada rejeki bisa diganti. Kalo badanku ini ngga ada gantinya ;))

Malemnya aku masih nyempetin ngelus² kameraku karena basah tersiram saft :( Sempet nengokin inet, ternyata nick ku masi online :P Trus tepar ditempat tidur

[Info terkait]